Minggu, 29 September 2019

SDM



SUMBER DAYA MANUSIA
Suatu negara pasti mempunyai dan membutuhkan sumber daya manusia untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai oleh negara tersebut, misalnya dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. sumber daya manusia ini harus dikelola dengan baik agar bakat dan kemampuannya dapat bermanfaat secara utuh, maksimal, dan tepat sasaran melalui metode-metode dan sistem yang efektif dan efisien.
Sumber daya manusia terdiri dari dua hal, yaitu daya fisik dan daya pikir yang nantinya akan menentukan kemampuan manusia. Dalam suatu aktivitas, manusia adalah unsur utamanya, tidak peduli meskipun banyak peralatan canggih yang sudah bisa bekerja secara instan, namun peralatan tersebut tidak akan bisa berfungsi jika tidak dikelola oleh manusia.
Pengertian Sumber Daya Manusia menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah merumuskan arti dari sumber daya manusia (SDM) yaitu sebagai berikut.
1.         Sonny Sumarsono
Sonny Sumarsono (2003) mengartikan bahwa sumber daya manusia mempuyai beberapa pengertian yaitu sumber daya manusia adalah usaha kerja yang bermanfaat bagi keberlangsungan produksi. Sedangkan makna yang kedua, sumber daya manusia merupakan kelompok manusia yang terdiri dari manusia yang memiliki kemampuan untuk memberikan jasa.
2.          M.T.E Hariandja
Sumber daya manusia oleh Hariandja dimaknai sebagai salah satu faktor penting bagi sebuah perusahaan selain faktor modal. Faktor sumber daya manusia ini dianggap penting karena membutuhkan pengelolaan yang baik dalam rangka peningkatan mutu organisasi maupun perusahaan.
3.         Mathis dan Jackson
Menurut Mathis dan Jackson (2006), sumber daya manusia merupakan suatu rancangan berbagai sistem formal dalam perusahaan maupun organisasi yang berfungsi untuk menjaga agar penggunaan bakat dan minat manusia dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan tersebut secara efektif dan efisien.
4.          Hasibuan
Sumber daya manusia menurut Hasibuan adalah manusia yang mempunyai kemampuan terpadu yang dicirikan dengan pola pikir dan daya fisik yang baik. Perilaku dan watak sumber daya manusia berasal dari lingkungannya sedangkan prestasi dan motivasi kerja berasal dari keinginan dirinya sendiri.
5.         Ermaya
Pengertian sumber daya manusia menurut Ermaya adalah suatu faktor utama yang penting dalam tiap proses pembangunan negara, perusahaan, maupun organisasi. Di dalam pembangunan ini sumber daya manusia memberi pengaruh yang bermanfaat sehingga harus diatur dan dijaga. Peran yang dimiliki sumber daya manusia ada dua yaitu sebagai objek serta subjek dari proses pembangunan.
6.          Abdurrahmant Fathoni
Abdurrahmant Fathoni mengartikan sumber daya manusia sebagai kekayaan atau modal suatu negara yang penting bagi segala aktivitas manusia sehingga mencapai tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, diperlukan analisis pengembangan dengan metode yang sesuai dengan memperhatikan beberapa unsur seperti waktu, skill (kemampuan), dan daya yang dimiliki oleh setiap manusia.
7.         Gouzali Syadam
Gouzali Syadam mengartikan sumber daya manusia sebagai human resource yang merupakan sumber utama dalam proses kegiatan di lingkungan sekitar. Beberapa ahli menyampaikan bahwa sumber daya manusia adalah sekelompok tenaga kerja yang memberikan daya dan upayanya kepada sebuah organisasi maupun perusahaan secara luas.
Begitu banyak pengertian sumber daya manusia yang dibuat oleh parah ahli baik dari kalangan politisi, ekonom, dan sebagainya. sumber daya manusia memiliki peranan dalam suatu pengembangan, pembangunan, maupun proses yang lain.

Fungsi Sumber Daya Manusia

Beberapa fungsi sumber daya manusia dijelaskan secara lengkap yaitu sebagai berikut.

1.         Sebagai Tenaga Kerja

Tenaga kerja disebut juga ‘man power’ merupakan seluruh penduduk yang memiliki usia siap kerja (produktif). Tenaga kerja mempunyai kemampuan untuk memberikan jasa setiap satuan waktu yang berguna untuk menghasilkan produk berupa barang maupun jasa yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri atau orang lain

2.         Sebagai Tenaga Ahli

Sumber daya manusia dapat berfungsi sesuai bidang dan kemampuannya salah satunya adalah sebagai tenaga ahli bagi suatu perusahaan atau negara.

3.         Sebagai Pemimpin

Sumber daya manusia yang mempunyai kapasitas lebih besar dengan skill dan pengalaman yang mumpuni dapat berfungsi sebagai pemimpin bagi suatu golongan, perusahaan, maupun organisasi.

4.         Sebagai Tenaga Usahawan

Sumber daya manusia yang dapat menjadi tenaga usahawan adalah mereka yang dapat melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan kemandirian dalam rangka menciptakan suatu produk baru yang bermanfaat bagi orang banyak maupun lingkungannya.

5.         Berfungsi dalam Pengembangan IPTEK

Sumber daya manusia juga mempunyai fungsi utama dalam penemuan dan pengembangan ilmu sehingga dapat digunakan untuk kemajuan dirinya sendiri, lingkungan, dan orang lain termasuk perusahaan ataupun organisasi.

Contoh Sumber Daya Manusia

Macam sumber daya manusia sangat banyak dan beragam. Jika dilihat dari standard usia sumber daya manusia yaitu orang-orang yang memiliki usia produktif maka sumber daya manusia dapat berupa seorang karyawan, mahasiswa yang memiliki skill atau kemampuan tertentu, para pencari kerja yang memiliki keahlian di bidang tertentu, para pemimpin perusahaan, para tenaga ahli dan teknisi, dan sebagainya.
Komponen Data Sumber Daya Manusia
Adapun komponen data-data SDM untuk meningkatkan dan mengelola SDM dalam mengembangkan usaha yaitu :
1.                  Kualitas pekerjaan dan inovatifnya
kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumber daya lainnya dalam pencapaian tujuan atau sasaran perusahaan dengan baik dan berdaya guna. Inovatif yaitu Kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru.
2.                  Kejujuran dalam bekerja
Kejujuran selain membawa banyak dampak positif juga membawa kepada kehidupan yang jauh lebih baik. Pentingnya kejujuran dalam bekerja wajib kita terapkan sejak usia dini agar senantiasa bersikap jujur dalam berbagai tindakan.
3.                  Kehadiran dalam bekerja
Kehadiran seorang karyawan sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan kecuali ada hal-hal lain yang sifatnya penting dan hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan oleh yang bersangkutan. Sistem kehadiran karyawan sudah ditentukan dan diatur dari perusahaan dan kemudian duterapkan di masing-masing bagian.
4.                  Sikap dalam bekerja
Sikap positif diperlukan terutama jika menemukan masalah dalam pekerjaan. Jangan langsung pasrah melainkan berusaha mencari berbagai jalan untuk mencari solusi permasalahannya. Bisa jadi ini langkah untuk mencapai posisi yang lebih tinggi jadi selesaikan dengan hati yang jernih.
5.                  Inisiatif dan kreatif
Seseorang akan dikatakan kreatif apabila dia mampu membuat atau menciptakan sesuatu, entah itu hasil pemikiran atau asumsi dari orang” yang belum pernah melihat hal yang dibuatnya, namun orang yang kreatif belum tentu inisiatif, Sedangkan seseorang akan dikatakan mempunyai inisiatif apabila dia mampu melakukan sesuatu tanpa disadari oleh orang lain disekitarnya, mungkin pula dia selalu mengandalkan dirinya sendiri dalam melakukan hal apapun, namun orang yang punya inisiatif belum tentu kreatif. Kerjasama dengan pihak lain sangat diperlukan dalam bekerja, karena kerjasama akan membantu kelancaran dalam bekerja dan berjalannya suatu pekerjaan.
6.                  Keandalan dalam bekerja
Keandalan dalam menjaga pekerjaan berarti mampu menjalani kepatuhan terhadap prinsip-prinsip moral dan etika kerja; mampu mengembangkan karakter diri yang taat moral dan etika; mampu menjaga kejujuran dan keikhlasan hati untuk berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan, serta mampu membebaskan diri dari kontrol dan pengaruh negatif orang lain.
7.                  Pengetahuan tentang pekerjaan
Pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja agar dapat melakukan kerja dengan wajar, Pengalaman kerja ini sebelum ditempatkan dan harus diperoleh pada ia bekerja dalam pekerjaan tersebut.
8.                  Tanggung jawab terhadap pekerjaan
Dalam bertanggung jawab berarti kita sedang menyelesaikan sebuah masalah. Di dalam bekerja selalu saja ada kesalahan yang kita perbuat. Dan kesalahan tersebut harus dipertanggung jawabkan, harus diselesaikan. Di saat kita menyelesaikan masalah itu  kita harus bijaksana dalam memilih cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal tersebut agar rasa tanggung jawab yang telah kita kerjakan dapat berhasil dengan baik. Sehingga masalah itu kita dapat selesaikan dengan bijaksana.
9.                  Pemanfaatan waktu dalam bekerja
Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk itulah kita harus memanfaatkan waktu dengan lebih efisien lagi.
Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Sedangkan manfaat dan tujuan dari kegiatan pengembangan sumber daya manusia menurut Schuler (1992), yaitu :
1.                  Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk
Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini, yang dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditujukan untuk dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.
2.                  Meningkatkan produktivitas
Dengan mengikuti kegiatan pengembangan berarti pegawai juga memperoleh tambahan ketrampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Dengan semikian diharapkan juga secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerjanya.
3.                  Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja
Dengan semakin banyaknya ketrampilan yang dimiliki pegawai, maka akan lebih fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya perubahan yang terjadi dilingkungan organisasi. Misalnya bila organisasi memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, maka organisasi tidak perlu lagi menambah pegawai yang baru, oleh Karena pegawai yang dimiliki sudah cukup memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.
4.                  Meningkatkan komitmen karyawan
Dengan melalui kegiatan pengembangan, pegawai diharapkan akan memiliki persepsi yang baik tentang organisasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk menampilkan kinerja yang baik.
5.                  Mengurangi turn over dan absensi
Bahwa dengan semakin besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turn over absensi. Dengan demikian juga berarti meningkatkan produktivitas organisasi.
Analisis Jabatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Dalam melaksanakankan analisis jabatan ada beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu proses analisis jabatan dilakukan untuk memahami tanggung jawab pada setiap jabatan dan kontribusi hasil jabatan tersebut terhadap pencapaian hasil atau tujuan organisasi.  Objek dari kegiatan analisis ini adalah jabatan, bukanlah si pemegang jabatan yang memangku jabatan tersebut. Meskipun data diperoleh dari si pemegang jabatan (incumbent) melalui pengamatan, wawancara atau pun kuesioner/angket, produk yang menjadi hasil analisis jabatan  adalah berupa uraian jabatan (job description) atau spesifikasi jabatan (specifications of the job), bukan suatu uraian tentang orang (description of the person).  Jabatan yang akan dideskripsikan kedalam uraian jabatan merupakan jabatan yang sesuai dengan struktur organisasi pada saat ini.
Kegunaan Analisis Jabatan, yaitu :
1.                  Fungsi Administratif
Fungsi ini erat hubungannya dengan dokumen yang berhubungan juga dengan fungsi control dan pengendaliannya. Bagi perusahaan yang telah menggunakan ISO akan sangat membutuhkan hal ini. seluruh fungsi dalam pengelolaan SDM membutuhkan job description dalam melakukan berbagai kegiatan darirekruitment, seleksi dan penempatan pegawai baru., merancang program pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan, melakukan penilaian dan standar hasil kerja, dan melakukan evaluasi kerja.
2.                  Fungsi Maintenance
Bagi perusahaan dan mempertahankan SDM dalam karirnya di masa yang akan datang dalam perusahaan tersebut. Bagi perusahaan, evaluasi dan pengembangan organisasi menjadi perhatian yang khusus dalam menjawab tantangan kebutuhan bisnis yang sangat kompetitif saat ini. hasil job analysis ini dapat digunakan untuk pengembangan organisasi, perencanaan tenaga kerja, perencanaan karir dan konseling kerjanya
SUMBER :

Senin, 19 November 2018

Complaint Letter and Application Letter


1.      Complaint Letters
A Complaint Letter is a type of letter written to address any type wrong doing, offence, grievance, resentment arising out of a product, service etc. Complaint Letters are used to raise your concerns about unfair things and seek a productive outcome. They are also used to vent out your pent up emotions arising out of your suffering or bad experience. It is a fundamental right and duty of a citizen to seek justice arising out of any injustice, which is initiated by a Complaint. Complaint letters then, become your First Step towards your Consumer Rights. They inspire other hassled consumers, influence the concerned authorities towards taking proper action and make the defaulters more liable, responsible and responsive. This is because unresponsive behaviour of the offender is liable to a Punishable Court Proceeding or an Expensive Lawsuit.
Writing complaints letters is an essential responsibility of the victim whilst seeking positive outcomes. Complaint Letter writing is not only a pre-warning for the offender but also a chance for them to rectify their act in time. These letters are not just meant for defective productsservice they can also be written towards any injustice happening in the society, like Smoking in Public’, ‘Misuse of Water by any Person or an Organisation’ and any issue happening in society which needs to be addressed. 
Anyone can complaint through letter if there is a legitimate reason. Anyone can write a letter to the administration regarding the pollution, water supply, traffic problems, shortage of electricity etc. You don’t need to be a lawyers or an influential person. All you need to do is to learn to write a complaint letter in an appropriate manner with all the relevant information included. In the matter contained here, you will get all the tips to write a complaint letter.
Types of Complaint Letters
Complaint letters are of different types and different reasons and depending upon that they can be categorised accordingly.
Depending on the level of an organisation or an individual these can be:
1.      Personal Complaint Letters 
When a letter is written at a personal level by an individual it is called as Personal Complaint Letter. These are written by consumers to get refund, replace a product etc.  These are also written for grievances’ regarding a service or any issue affecting the individual or society at large.
2.      Professional Complaint Letters
When a letter is written on behalf of an organisation it is called known as Professional Complaint Letter. These letters have the backing of an organisation and are mostly related to professional items and services.
Complaint Letter Samples :
·       Product Complaint Letter

Example For An Complaint Letter :
PT. DUTA SANDIWARA INTERNASIONAL
Jln. Armada Timur Satu No.22
Ujung Pandang 10003
Sulawesi Selatan
23rd July, 1993

Mr. Paul R.Halim
Marketing Manager
PT. Jakarta Electronic
23 Jln. Mangga Lima Raya
Jakarta 20001

Dear Mr. Halim,
We regret to have to complain about late delivery of the television we ordered from you on 22 June. Although you had given us a guarantee in delivery within 2 weeks, we didn’t receive them until yesterday.
Unfortunaetely, there has been a smilar delay on the previous occasion and this compels us to say that business between us cannot be continued in such a bad condition.
We have felt in necessary to make our feelings known since we cannot give reliable delivery dates to our customers unless we can count on undertakings given by our suppliers.
We hope you will understand how we are placed and that from now we can rely upon punctual completion of our orders.

Yours sincerely,

Riyanto Sugandha
Purchase Manager

Question About Complaint Letter :
1.      Why did Mr. Riyanto send the letter?
               Answer : Delay in receipt of goods

2.      When did they order the televisions?
Answare : On 22 June
3.      Have they received their order?
Answer : Haven't received it yet
4.      Who was the television for?
Answer : Customer
5.      Did they still want to continue business with PT. Jakarta Electronic?
Answer : Do not want to continue business with PT. Jakarta Electronic

2, Application Letters
 An application letter is a cover letter, a sales letter, and a marketing tool all in one and it should accompany a professional resume any time a person applies for a job.

            Its main objective is to get the applicant in the door for an interview and must be written well enough to attract the attention and interest of the person with the power to recommend or grant one.

            The scope should include compelling information that will convince the reader that the qualifications outlined in the resume are strong enough to make an applicant a candidate.
Identify Your Reader
 An application letter should be addressed to the person who is in charge of screening and hiring new employees. That person's name should be placed in the inside heading and salutation of your application. It should also be included on the top line of your envelope.

            Remember that people do business with people first, businesses second. When you address your reader by name, you recognize their individual importance and value as a human being.


Establish Your Objective
 The objective of an application letter is to attract the attention of an employer. It acts as a cover letter for your resume and should provide enough personal information to convince the reader to grant you an interview.

            The qualifications you provide a potential employer should be included on your resume. Your cover letter should indicate that you are a suitable candidate and attract attention to your resume.

Determine Your Scope

The scope of your application letter should include those things that are specific to obtaining your objective - convincing the reader to grant you an interview. You should be brief, but include such things as:
  • A specific job title
  • A desired area of employment
  • Source of job lead
  • Educational background
  • Work experience
  • Leadership activities
  • Specialized training
Remember, you are requesting an interview. Specify times at which you are available and the methods by which you can be contacted.

Organize Your Letter

 Organizing your application letter will establish a logical order in which to present your information. You have already begun this task by establishing an objective and determining your scope. Refer back to them. Together they include much of the content that will become the body of your letter.

            A simple outline will get you organized. Begin by creating a list of points that your letter will address and put them in the sequential order that will best help your reader comprehend your application. These points will become the backbone of your draft; your outline will become a checklist.

Draft Your Letter

 Working from an outline is the simplest way to draft an application letter. You have already organized yourself by creating a list. Refer back to it and turn each fragment into a full and complete sentence expressing a single thought or idea.

            In order that your thoughts and ideas are conveyed in a cohesive manner, write in as natural a sounding voice as possible. Try writing your draft quickly and then read it out loud. Concentrate on communicating your objective to your reader. Make sure that the scope of your letter contains all the relevant information included in your organizational list.

Keep in mind that you are writing a rough draft. For the moment you can ignore spelling, grammar, punctuation, sentence and paragraph structure. Those are technical details that you will pay attention to in the final step when you review and revise your work.

Close Your Letter

 An application letter should close in a professional manner. Once your last paragraph is written, sign off between a complimentary close such as "Sincerely," or "Thank you," and your printed name.

            If you are writing in conjunction with an official duty, place your title below your printed name. Additional information such as dictation remarks, notification of attachments, enclosures and copies sent to other individuals should be placed beneath the title line.
Review and Revise Your Application Letter
            Reviewing and revising the draft of your application letter is a final inspection, a last check to see whether your objective is clearly stated and your scope concisely defined. Put yourself in the reader's shoes and ask whether the details are accurate and complete.
            Look for obvious errors. Check for spelling, sentence structure and grammar mistakes. Your complaint should be direct and to the point, so make sure that you have used a strong active voice.
            Keep in mind the overall cohesiveness of your letter. Look for accuracy, clarity and a sense of completeness. Ask yourself if the transitions between paragraphs are working and if your point of view, tone and style are consistent throughout the text.
            Examine your word choices carefully. Ambiguous words lead to confusion. Jargon and abstract terms may not be understood at all and affectations, cliches and trite language serve no real purpose and will obscure your objective.
 If you have not written an opening or a closing now is the time. The introduction should lead into the letter with a firm statement about the position or job you are seeking. The conclusion should provide your contact information.

Example For An Application Letter :
Jln. Museum Raya No. 3
Jakarta 10002

                                                                                                               February 14, 1993 

Mrs. Claudis Dresden
Mills Real Estate Ltd
14 Jln. Cassava Raya
Jakarta 12001

Dear Madame,
I would like to apply for the post of secretary that Mills Real Estate advertised in today’s Jakarta Times.
As you can see in my curriculum vitae, my education and work experience as personal secretary have given me excellent secretarial skills.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview any day after 20 February.
I look forward to hearing from you.

Your faithfully                  

Linda R. Smith

 Enc Curriculum Vitae

Question About Application Letter :
1.      What position was Linda R. Smith applying for?
Answer : Apply for a secretary position
2.      How did she know the vacancy at Mills Real Estate?
Answer : Advertising In Jakarta
3.      What did she enclose with her application letter?
Answer : Curriculum Vitae
4.      When would she be available for an interview?
Answer : Every day after February 20
5.      Where was the vacancy advertised?
Answer : In Jakarta


 

Rizky Fitria Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang